8 Langkah Membuat Library Arduino

Dipublikasikan oleh Admin pada

Apabila kita membuat program Arduino yang menggunakan modul (sensor, display, dll), maka kita memerlukan minimal sebuah library agar dapat menggunakan modul tersebut.

Library Arduino adalah file-file tambahan yang digabungkan pada sketch (berupa file .h, .cpp, dll) yang di dalamnya berisi kumpulan definisi, deklarasi konstanta & variabel, class dan fungsi-fungsi. Baik yang dibuat oleh kita ataupun oleh dibuat orang lain.

Pada artikel ini kita akan membahas tentang cara membuat library yang sederhana untuk Arduino.

Tujuan Membuat Library

Tujuan membuat library dalam pemrograman secara umum dan juga pada Arduino adalah:

  1. Agar tidak perlu menuliskan kode yang sama berulang-ulang.
  2. Agar kode utama menjadi lebih ringkas dan mudah dikembangkan.

Mengapa perlu membuat library?

Kalau sering menggunakan rutin-rutin tertentu dalam proyek dan ingin membuatnya lebih mudah digunakan, maka pembaca dapat membuat library. Atau kalau pembaca menjual modul tertentu dan ingin supaya konsumen dapat dengan mudah memprogram modul tersebut, maka pembaca juga dapat membuat library.

Langkah-langkah Membuat Library

Sebagai contoh dalam pembuatan library Arduino, dalam tulisan ini kita akan membuat library untuk sensor suhu LM35. Langkah-langkah pembuatan library Arduino adalah sebagai berikut:

Langkah-1: Membuat folder untuk library

Buatlah sebuah folder, dan beri nama sesuai dengan nama library-nya. Misalnya kita tentukan nama librarynya adalah LM35. Maka buatlah sebuah folder bernama “LM35“.

Langkah-2: Menyiapkan file di dalam folder library

Di dalam folder yang sudah dibuat di atas, kita harus menyiapkan minimal 3 buah file. Yaitu file header (.h), file program C++ (.cpp) dan file keywords.txt

Gunakan software code editor untuk membuat file-file ini, misalnya dengan SublimeText, Notepad++, atau cukup dengan Notepad.

File header (esktensi .h): Tempat menyimpan definisi (#define), deklarasi konstanta, variabel dan class serta deklarasi fungsi.

File program (ektensi .cpp): Tempat menyimpan kode utama library yang kita buat.

File keyword (keywords.txt): Tempat menyimpan daftar kata yang dipakai dalam library, agar dalam IDE muncul dalam warna berbeda – syntax highlighting.

Langkah-3: Membuat file header

Buatlah file header LM35.h dengan struktur isinya seperti di bawah ini:

Langkah-4: Membuat kode utama

Buatlah file program C++ LM35.cpp dengan struktur isinya seperti di bawah ini:

Langkah-5: Membuat file keywords.txt

Buatlah file keywords.txt yang isinya adalah daftar fungsi dan class yang dipakai dalam library kita buat. KEYWORD1 biasanya penanda untuk class, sedangkan KEYWORD2 biasanya untuk fungsi.

Langkah-6: Membuat examples

Agar memudahkan kita atau orang lain untuk menggunakan library Arduino yang kita buat, maka kita perlu membuat file contoh penggunaan library. Untuk itu buatlah sebuah folder baru dengan nama examples di dalam folder LM35.

Di dalam folder examples, buatlah sebuah folder dengan nama BacaLM35.

Kemudian di dalam folder BacaLM35, buatlah sebuah file baru dengan nama BacaLM35.ino

File sketch contoh tersebut isinya seperti ini:

Langkah-7: Menginstall library ke Arduino IDE

Library yang kita buat sudah lengkap, tapi belum bisa dipakai di software Arduino IDE. Oleh karena itu kita perlu meng-copy folder library yang kita buat ke folder library Arduino IDE.

Caranya adalah dengan meng-copy folder library LM35 ke lokasi folder library Arduino sebagai berikut:

Mac: (folder home)/Documents/Arduino/Libraries
Windows: My Documents\Arduino\libraries
Linux: (folder home)/sketchbook/libraries

Langkah-8: Test library yang sudah dibuat

Sekarang coba kita test apakah library yang dibuat sudah bisa digunakan atau belum. Caranya adalah dengan membuka Arduino IDE (kalau sedang terbuka, silahkan tutup dulu).

Kalau instalasi library sudah benar, maka akan muncul menu:

Examples -> LM35 -> BacaLM35

Klik pada menu BacaLM35, maka akan muncul sketch baru di jendela Arduino IDE.

Kalau file examples sudah muncul dan pada saat dicompile dan diupload tidak ada error, maka berarti pembuatan library sudah berhasil.

Demikian langkah-langkah membuat library Arduino, kalau ada saran atau pertanyaan silahkan disampaikan di komentar. Selamat mencoba dan berkarya.

Topik hangat:

Kategori: Arduino

Berikan Komentar Anda